Katuranggan Perkutut

image/gambar burung perkutut

burung perkutut

Katuranggan berasal dari kata turangga, yang berarti kuda. Tetapi dapat juga berasal dari kata katur dan angga. Katur berarti menyampaikan, dan angga berarti badan. Jadi katuranggan adalah pengetahuan yang menyampaikan pengertian tentang bentuk-bentuk badan. Dalam bahasa Belanda, istilah katuranggan dikenal dengan sebutan exterieur (bentuk lahiriah, bagian badan yang tampak dari luar).

Bagi penggemar perkutut tempo dulu, katuranggan memegang peranan utama selain bunyi suara dalam memilih perkutut bakalan untuk dijadikan burung kesayangannya. Sebab dengan berpegangan lewat pengetahuan katuranggan, orang dapat meramalkan prestasi suara perkutut nantinya. Sehingga ia dapat menimbang, perkutut mana yang pantas dipelihara lebih lanjut dan bisa diharpkan keluar suara emasnya, dan mana yang tidak.

Menurut Purbasasmita yang dikenal sebagai Empu Perkutut dan pengrajin perak di Kotagede Yogyakarta, terdapat beberapa bagian bentuk badan yang bisa diamati untuk menentukan mutu perkutut. Diantaranya yang penting

  1. bentuk kepala dari samping, dan
  2. bentuk paruh, badan dan ekor.

1) Bentuk kepala dari samping

  1. Perkutut yang bentuk kepalnya NJAMBE NOM (seperti buah jambe atau pinang yang masih muda) diperkirakan mutu suaranya bisa ngepol (maksimal) dan keindahan suaranya itu bisa terus bertahan sampai burung berusia tua.
  2. Burung perkutut yang bentuk kepalanya MBETON NONGKO (seperti biji nangka), diperkirakan bunyi suaranya bisa bertahan sampai tua, akan tetapi keindahannya tidak akan dapat mencapai maksimal.
  3. Burung perkutut yang bentuk kepalanya NGGOBOG (bundar seperti unag logam) diperkirakan mutu suaranya akan terus meningkat sampai pada usia tengahan atau 3 rambahan (sekitar 24 tahun, karena per rambahan 8 tahun), kemudian akan menurun sesuai dengan umurnya.
  4. Burung perkutut yang bentuk kepalanya MBUNGKUL BAWANG (seperti bungkul atau siung umbi bawang putih), diperkirakan mutu suaranya tidak menentu, kadang kadang dapat baik dan mengejutkan, tetapi juga mlempem, tidak ada kemajuan.
  5. Burung perkutut yang bentuk kepalanya NAKIR KUWALIK (takir terbalik, takir adalah tempat makanan/sesaji terbuat dari daun pisang berbentuk segi empat), sulit diharapkan suara baiknya.

.

2) Bentuk Paruh, Badan dan Ekor

bentuk paruh, badan dan ekor perkutut

.

  1. Burung perkutut kalau dilihat dari samping bentuk paruh NGEPEL (seperti buah kepel/burahol), bentuk badan TUNTUT GEDANG (seperti kuncup bunga pisang) dan bentuk ekor MERUNCING dengan warna garis-garis bulu yang jelas: burung itu bisa diharapkan suara tengahnya (ketek) terdengar jelas dan baik.
  2. Bentuk paruh NGGABAH (seperti gabah atau butiran padi), badan NONGKO SAGLUNDUNG (seperti buah nangka) dan ekornya panjang dengan garis-garis bulu yang jelas tapi tumpul, diperkirakan suara tengahnya agak baik.
  3. Bentuk paruh MAPAH GEDANG (seperti pelepah pisang), bentuk tubuhnya MBLULUK (seperti pentil atau buah kelapa yang masih muda) dan bentuk ekornya pendek meruncing, diperkirakan suara tengahnya cukup baik.
  4. Bentuk paruh NGLOMBOK GEDE (seperti cabai besar), tubuhnya NJAGUNG NGLOBOT (buah jagung yang belum dikupas kulitnya), bentuk ekornya panjang tetapi kurang meruncing (sehingga bulu bertumpuk dan garis garis warnya kurang jelas), diperkirakan suara tengahnya kurang baik.
  5. Bentuk paruh NGLOMBOK RAWIT (seperti cabai rawit), tubuhnya WUNGKUL GERANG (seperti batu asahan pisau yang sudah aus bagian tengahnya) dan bentuk ekornya mekar seperti kisas, diperkirakan suara tengahnya kurang sekali, akan tetapi dapat tebal bunyinya.

Petunjuk katuranggan itu berdasarkan pengamatan dan pengalaman orang jaman doeloe, yang gemar memerlukan perkutut. Penggemar sekarang sebaiknya membuktikannya !!!

———-

Sumber : Sarwono, B; PERKUTUT; Jakarta: Penebar Swadaya, 2000; halaman 40-44

4 Responses

Write a Comment»
  1. mungkin katuranggan bisa juga sebagai pondasi awal untuk memilih jika kita memang sudah ahlinya,,dan ada baiknya ,akan tetapi untuk menentukan kualitas perkutut yang baik,,adalah genetika dan perawatan yang baik dan maksimal.tirms

  2. jadi menurut pribadi saya, katuranggan itu semua tetap berlaku bagi perkutut bangkok tanpa kecuali, karena nenek moyang perkutut bangkok adalah perkutut lokal dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), semoga ini selalu diingat oleh Para KUNG MANIA Tanah Air. terima kasih. semoga KUNG MANIA tetap Eksis.

  3. jika perkutut bangkok dari indonesia .,kenapa suaranya kok besar bangkok apa ada rekayasa gen , apa para breeder bangkok lebih maju drpd indonesia !?

  4. suara perkutut itu murni suara alam bakat lahir dan tidak ada suaranya sama, yang ada cuma kemiripan .. pecinta bangkok umumnya thailand, malaysia & singapore lebih menyenangi suara kelas A atau volume besar, jadi sewajarnya burung-burung disana bervolume besar.

Leave a Reply